Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI) "Papua"
5 Followers
2 Following

Posisi Sistem Pertanian di Papua

Pembangunan pertanian di negara-negara berkembang (developing countries) pada dekade terakhir ini menunjukkan angka yang signifikan meningkat. Negara-negara berkembang yang telah menunjukkan existensinya didunia pertanian diantaranya Brazil, China dan India. Hal ini ditandai keberhasilan meningkatnya produksi pertanian negara pertanian. Ketiga negara ini juga menjadi produser bahan-bahan baku pertanian bagi negara-negara maju baik di Asia, Eropa maupun Amerika.

Indonesia sendiri, dengan berbagai ketersediaan sumberdaya alam belum memperlihatkan kemajuan di bidang pertanian yang signifikan. Berbagai persoalan baik internal pelaku pertanian dan external pengambil kebijakan belum memperlihatkan sinergisitas yang mengarah pada pemberdayaan dan peningkatan produksi pertanian secara integral.

Sistem pertanian secara luas, termasuk didalamnya peternakan dan perikanan, di Papua memegang peranan yang sangat penting. Sistem pertanaian yang sudah lama dilakukan oleh masyaraat di Papua telah sedikit menunjang aktifitas perekonomian dan kehidupan masyarakat lokal Papua. Namun nilai optimum pencapaian produksi dan pendapatan masyarakat petani di Papua masih relatif rendah dibandingkan dengan pencapaian petani lokal pada wilayah lain di Indonesia, misalnya Sulawesi, Jawa dan Sumatera. Hal ini disebabkan karena orientasi produksi pertanian yang masih bersifat social-oriented, artinya produk pertanian masih diarahkan untuk konsumsi dan kebutuhan social kemasyarakatan tidak berorientasikan pada aspek peningkatan ekonomi.

Posisi pertanian (cropping/livestock) dunia saat ini, khususnya di negara-negara maju (Developed-countries), sudah mengarah pada integrasi spesialisasi pertanian (crop-livestock integration) (Gambar 1). Dan hal ini telah diikuti oleh beberapa negara berkembang lainnya seperti Brazil, China dan India yang telah mampu meningkatkan produksi pertaniannya.

Dengan demikian pengetahuan komprehensif tentang dimana keberadaan sistem pertanian yang masih diadopsi masyarakat petani dan kemana seharusnya sistem pertanian itu dikembangkan perlu mendapat sorotan secara khusus dan terarah dengan melihat sumberdaya lokal yang sustainabel.

Dalam artikel ini beberapa hal yang akan disampaikan adalah melihat sejauh mana keberadaan aktifitas usaha tani yang dilakukan oleh masyarakat petani lokal di Papua. Faktor-faktor yang menghambat produksi pertanian, dan bagaimana membangun sistem pertanian yang kuat berbasis sumberdaya lokal dan bagaimana mengukur efisiensi dan efektifitasnya oleh masyarakat secara mandiri dengan pendekatan sistem-sistem pertanian sengaja disampaikan guna memberikan gambaran berfikir bagi masyarakat agar dapat dipertimbangkan dalam menggunakan sumberdaya lokal dan pembuat kebijakan dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian di Papua.


  • 1. Kelompok usaha ....

    Kelompok usaha bersama di Distrik Ibele, Kabu....

    12 Nov 2018 15:56

  • 2. Posisi sistem p....

    Perbandingan sistem pertanian petani local Pa....

    05 Oct 2018 12:04

  • 3. Papua Adalah Ma....

    Melihat kontur dan kondisi alam di daerah tim....

    05 Oct 2018 11:56

Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI) "Papua"

Posisi Sistem Pertanian di Papua

Pembangunan pertanian di negara-negara berkembang (developing countries) pada dekade terakhir ini menunjukkan angka yang signifikan meningkat. Negara-negara berkembang yang telah menunjukkan existensinya didunia pertanian diantaranya Brazil, China dan India. Hal ini ditandai keberhasilan meningkatnya produksi pertanian negara pertanian. Ketiga negara ini juga menjadi produser bahan-bahan baku pertanian bagi negara-negara maju baik di Asia, Eropa maupun Amerika.

Indonesia sendiri, dengan berbagai ketersediaan sumberdaya alam belum memperlihatkan kemajuan di bidang pertanian yang signifikan. Berbagai persoalan baik internal pelaku pertanian dan external pengambil kebijakan belum memperlihatkan sinergisitas yang mengarah pada pemberdayaan dan peningkatan produksi pertanian secara integral.

Sistem pertanian secara luas, termasuk didalamnya peternakan dan perikanan, di Papua memegang peranan yang sangat penting. Sistem pertanaian yang sudah lama dilakukan oleh masyaraat di Papua telah sedikit menunjang aktifitas perekonomian dan kehidupan masyarakat lokal Papua. Namun nilai optimum pencapaian produksi dan pendapatan masyarakat petani di Papua masih relatif rendah dibandingkan dengan pencapaian petani lokal pada wilayah lain di Indonesia, misalnya Sulawesi, Jawa dan Sumatera. Hal ini disebabkan karena orientasi produksi pertanian yang masih bersifat social-oriented, artinya produk pertanian masih diarahkan untuk konsumsi dan kebutuhan social kemasyarakatan tidak berorientasikan pada aspek peningkatan ekonomi.

Posisi pertanian (cropping/livestock) dunia saat ini, khususnya di negara-negara maju (Developed-countries), sudah mengarah pada integrasi spesialisasi pertanian (crop-livestock integration) (Gambar 1). Dan hal ini telah diikuti oleh beberapa negara berkembang lainnya seperti Brazil, China dan India yang telah mampu meningkatkan produksi pertaniannya.

Dengan demikian pengetahuan komprehensif tentang dimana keberadaan sistem pertanian yang masih diadopsi masyarakat petani dan kemana seharusnya sistem pertanian itu dikembangkan perlu mendapat sorotan secara khusus dan terarah dengan melihat sumberdaya lokal yang sustainabel.

Dalam artikel ini beberapa hal yang akan disampaikan adalah melihat sejauh mana keberadaan aktifitas usaha tani yang dilakukan oleh masyarakat petani lokal di Papua. Faktor-faktor yang menghambat produksi pertanian, dan bagaimana membangun sistem pertanian yang kuat berbasis sumberdaya lokal dan bagaimana mengukur efisiensi dan efektifitasnya oleh masyarakat secara mandiri dengan pendekatan sistem-sistem pertanian sengaja disampaikan guna memberikan gambaran berfikir bagi masyarakat agar dapat dipertimbangkan dalam menggunakan sumberdaya lokal dan pembuat kebijakan dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian di Papua.